Aku Bangga Menjadi Relawan

Oleh : Narwastu Nur Azizah ( SMPN 1 Karangsambung)

Peringkat ke 3 Lomba Karya Tulis PMR Madya

dalam kegiatan Karya Bakti untuk Negeri 2014

Narwastu Nur Azizah SMPN 1 Krsambung 1 Narwastu Nur Azizah SMPN 1 Krsambung 2

 

SELAMAT KEPADA PEMENANG

WUJUDKAN HARAPAN DAN CITA CITAMU

UNTUK MASA DEPAN PMI YANG LEBIH BAIK !

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Peluh Kebanggaan PMR Sejati

Oleh : Durin Nafisatul Azizah (SMP N 3 Kebumen)

Peringkat ke 2 Lomba Karya Tulis PMR Madya

dalam Karya Bakti untuk Negeri 2014.

Durin Nafisatul Azizah SMPN 3 Kbm 1Durin Nafisatul Azizah SMPN 3 Kbm 2

 

SELAMAT KEPADA PEMENANG.

SEMOGA ANDA DAPAT MEWUJUDKAN CITA-CITA YANG MULIA ITU

UNTUK PMI DI MASA DEPAN.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Semangatku Menjadi Relawan

Oleh : Dian Fajarwati

SMP N 1 Karangsambung

Peringkat ke 1 Lomba Karya Tulis PMR Madya

dalam kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014

di STIKes Muhammadiyah Gombong, Rabu 13 Agustus 2014.

Dian Fajarwati SMPN 1 Krsambung 1

Dian Fajarwati SMPN 1 Krsambung 2

SELAMAT ATAS KEMENANGAN DAN WUJUDKAN HARAPAN,

SEMANGAT DAN CITA-CITAMU

SEBAGAI SUKARELAWAN PMI MASA DEPAN !

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Hasil Penilaian Lomba Karya Tulis PMR Madya dalam KBN 2014

Setelah mengalami banyak kendala teknis maupun non teknis, alhamdulillah tim penilai (dewan juri) Lomba Karya Tulis PMR Madya se Kabupaten Kebumen dalam rangkaian kegiatan Karya Bakti untuk Negeri (KBN) 2014 yang berlangsung di tenda Bazar Relawan dan Potensi Kreatif Rakyat pada hari Rabu, 13 Agustus 2014 akhirnya dapat diselesaikan dan diumumkan. Selamat kepada para pemenang. Karya anda adalah cermin kehidupan dan semoga bermanfaat.

 

Panitia Pelaksana berencana menyerahkan hadiah pada tanggal 17 September 2014. Tentang tempat dan waktunya akan diberitahukan secara tertulis lewat surat ke alamat sekolah masing-masing dalam waktu dekat. Terima kasih atas partisipasi dan perhatiannya. Noi Siamo Tutti Fratelli.

Hasil Penilaian Lomba Madya

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Bangganya Menjadi Anggota PMR Madya

Oleh : Chohiriyah Fadillah

SMP Muhammadiyah 2 Kebumen

PMI, siapa yang tidak mengenal kata tersebut ? Sebuah organisasi yang memiliki tujuan untuk menolong sesama dalam kondisi apapun dan aku, Choiriyahm siswa dari SMP Muhammadiyah 3 Kebumen memiliki pengalaman tentang kepalangmerahan. Ini adalah pengalamanku sejak  pertama mengikuti anggota kepalangmerahan sampai sekarang. Saat itu aku baru saja masuk ke sekolah SMP. Aku masuk ke sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kebumen, yaitu sekolah yang mengutamakan agama Islam dan itu juga yang membuat orangtuaku memasukkan ke sekolah itu.

Awal masuk SMP kita mengikuti kegiatan MOS. Dalam MOS biasanya dikenalkan yang namanya kegiatan ekstra kurikuler. Ada banyak pilihan di esktra kurikuler, tetapi hanya satu yang membuat aku tertarik yaitu ekstra kurikuler PMR. Entah kenapa ketika aku dikenalkan berbagai jenis ekstra kurikuler aku hanya tertarik dengan PMR. Waktu masih di SD memang ada kegiatan yang namanya dokter kecil. Kegiatan ini memang hampir sama dengan kegiatan PMR. Tapi, waktu di SD, entah kenapa aku sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan dokter kecil dan aku tertarik kegiatan itu ketika di SMP.

Awal masuk sekolah aku masih malu untuk bermain bersama sama teman dan semua itu berubah ketika aku masuk menjadi anggota PMR di sekolah. Mengikuti kegiatan PMR membuatku menjadi lebih mudah bergaul dengan teman. Dalam kegiatan PMR juga kami dikenalkan banyak hal oleh guru pembina PMR dan pelatihnya. Nama pembinanya adalah Ibu Sapto. Beliau adalah guru IPS. Pelatih kami dari anggota PMI. Namanya adalah Pak Muhammad. Pak Muhammad adalah salah satu anggota PMI di Kebumen. Beliau sering menceritakan pengalamannya menjadi anggota PMI. Pengalamannya itu membuat aku semakin yakin untuk menjadi anggota PMR di sekolahku.

Saat itu aku masih kelas 7 dan aku sudah mulai bangga menjadi anggota PMR. Kami latihan PMR 1 minggu sekali dan dikarenakan aku pulang sekolah sore, jadi aku dan teman-teman sekelasku hanya bisa mengikuti latihan sebentar saja.

Dengan waktu sesingkat itu, pembinaku mengusulkan agar latihan PMR bisa berlangsung 2 kali seminggu yaitu hari Sabtu dan Minggu. Tapi tidak setiap Minggu tentu latihan dikarenakan pelatig kami yang sering ada kegiatan lain selain mengajar kami. Hal itu tidak membuat kami sebagai anggota PMR tidak latihan. Sering kami latihan sendiri tanpa pelatih dan hanya didampingi oleh pembina.

Waktu demi waktu berlalu dan kami anggota PMR diberi tanggung jawab oleh sekolah untuk mengikuti lomba PMR Madya se Kabupaten Kebumen. Lomba itu dilaksanakan di SMP N 1 Karangsambung. Kami semua berlatih sesuai pos masing-masing. Aku mengikuti lomba travelling. Semua orang pasti mengira bahwa kegiatan travelling itu outbound. Awalnya aku juga mengira seperti itu. Ternyata tidak semua kegiatan travelling itu seperti outbond, tetapi mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan PMR. Pusing….. itu yang aku rasakan saat itu. Soalnya, dalam waktu yang singkat, aku harus belajar tentang Buku Panduan PMR. Aku mengikuti lomba bersama temanku, Fadillah. Aku dan temanku membaca buku-buku yang diberikan oleh pembina kami. Kami membacanya di waktu luang dan sampai tiba saatnya perlombaan, rasa taku sedikit melintas di dalam benakku. Tetapi aku dan temanku harus mengerjakan soal-soal itu. Pos demi pos kami lalui. Soalnya memang agak susah tetatoi kami mengerjakannya dengan yakin.
Setelah selesai semua, kami beristirahat sambil menunggu hasil perlombaan yang diumumkan sore itu juga. Cukup lama kami menunggu dan sampai tiba waktunya pengumuman pemenang lomba itu, tegang, cemas dan khawatir yang aku rasakan. Memang, menang kalah itu soal biasa. Semua orang pasti menginginkan kemenangan dan itu juga yang aku inginkan. Tetapi itu semua hanya mimpi karena aku tidak mendapatkan juara. Perasaan tadi memang ada tapi jadi hilang karena temanku juara 1. Senang sekali, apalagi kali yang menjadi juara itu aku sendiri.

Kelas 8 aku masih mengikuti kegiatan PMR dan aku tidak ingin berpindah ke kegiatan ekstra kuikuler lain sampai sekarang aku kelas 9. Lomba mengarang ini membuat aku ingat kembali waktu dulu pertama masuk menjadi anggota PMR. Banyak pengalaman yang aku dapatkan selama menjadi anggota PMR Madya. Dan semua itu akan menjadi pengalaman yang akan aku ceritakan kepada anak-anakku kelak. Aku sangat bangga dan senang menjadi anggota PMR. Karena dengan menjadi anggota PMR aku bisa membantu sesama seperti apa yang pelatih ceritakan.

Salam manis dari penulis.

 Chohiriyah Fadillah SMP MUH 2 Kbm 1 Chohiriyah Fadillah SMP MUH 2 Kbm 2

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Masih Adakah Nurani Kebangsaan dan Kemanusiaan Di Dalamnya ?

Berita terbaru tentang kemungkinan “hangus”-nya RUUKepalangmerahan” tak lagi mengejutkan karena memang telah diprediksi dengan ketiadaan niat baik dan tanggung jawab kepada publik (khususnya para petugas PMI yang menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia) dari Ketua Pansus, Anshory Siregar. Semua orang tahu bahwa partai politik yang diikutinya, PKS, telah ditolak bergabung dalam pemerintahan Jokowi dan JK. Sebagai upaya melawan lupa, anggota Pansus #RUUKepalangmerahan pernah melakukan kunjungan ke dua negeri yang konon sebagai bahan studi banding.

#RUUKepalangmerahan adalah pengganti RUU Lambang inisiatif Pemerintah RI yang bersumber dari hasil kajian Hukum Humaniter Internasional Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kepada almarhum Elang Surya Lesmana yang menjadi korban “Tragedi Trisakti” 13 Mei 1998. Saat ia jadi korban penembakan oleh banyak saksi mata berasal dari sebuah helikopter yang berputar-putar di sekilat kampus tersebut. Ia adalah mahasiswa dan anggota sukarelawan PMI (Korps Suka Rela Unit) universitas yang tengah bertugas saat itu. Nasib RUU Lambang berakhir di Gedung DPR yang semua anggotanya menikmati “hasil reformasi berdarah” yang satu korbannya adalah Elang. Atas hal itu, relawan PMI se Indonesia melawan dengan cara mengumpulkan tanda tangan dukungan yang kemudian dikenal dengan nama gerakan 1 Lambang 1 Negara seperti ditunjukkan dalam slideshow di bawah ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Protes para sukarelawan yang selama ini menjadi ujung tombak dan jantung organisasi Palang Merah Indonesia tidak mampu mempengaruhi sikap sebagian anggota DPR RI yang sejak semula memang bermaksud mengganti lambang Palang Merah menjadi Bulan Sabit Merah dengan mengangkat isu sektarian “agama”. Ketika itu, kondisi psikologi massa cenderung menguatkan isu itu. Dalam satu forum pengambilan keputusan secara voting  yang berakhir di jalan buntuk (deadlock) maka berakhir pula langkah panjang mengapresiasi landasan hukum bagi organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Jenewa 1949 dan menjadi bagian penting dalam perjuangan Bangsa Indonesia merebut kemerdekaannya dari tangan penjajah asing.

Entah karena sebab apa, kemudian Badan Legislasi DPR RI mengusulkan #RUUKepalangmerahan. Dalam proses yang seharusnya bisa berjalan lancar dan sangat mudah, lagi-lagi Bangsa Indonesia harus mencermati sikap keras kepala Ketua Panitia Khusus RUU Kepalangmerahan, Anshory Siregar dari FPKS. Berdasarkan pandangan para ahli hukum tata negara dan Hukum Humaniter Internasional, tak ada alasan mendasar untuk menunda, apalagi menolak, pengesahan #RUUKepalangmerahan yang tinggal diplenokan. Sayangnya kepercayaan masyarakat pembayar pajak yang “menghidupi” mereka tak juga membuat sikap keras kepala itu mengendur. Bahkan ketika sejumlah perwakilan sukarelawan yang selama ini telah membuktikan karya bakti untuk negeri Indonesia di berbagai bencana alam maupun konflik bersenjata yang terjadi di tanah air dengan cara santun dan demokratis sesuai adab dalam audiensi dengannya pada 18 Desember 2013, sikap koppig Anshory Siregar membuat geram para sukarelawan PMI yang selama ini bersedia berkorban nyawa dalam melakukan tugas-tugas kemanusiaan tanpa membedakan pandangan politik, warna kulit, agama dan ras ini tetap tak mampu membuka mata hati politisi yang sering “menjual agama” itu untuk kepentingan kelompoknya. 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kini, setelah media massa mainstream mewartakan kemungkinan “hangus”-nya 42 RUU yang beberapa diantaranya #RUUKepalangmerahan, perlukah ada aksi yang lebih massif dan tersturktur untuk membuka mata dan hati para anggota Pansus untuk segera menggelar rapat pleno agar segera diketahui “nasib” RUU itu? Jika hal ini sampai terjadi, sulit membayangkan apa yang akan terjadi. Karena semakin banyak sukarelawan PMI yang siap pasang badan sebagaimana mereka lakukan dalam tugas-tugas lapangan. Semoga semua pihak menyadari kemungkinan yang sangat merugikan nama baik Bangsa Indonesia ini dapat dicegah.

 

Dipublikasi di Wawasan | Tag , , , , , , , , | 1 Komentar

SEMANGATKU UNTUK MENJADI RELAWAN

Febri Ika Mulyani SMPN1 Krsambung 1 Febri Ika Mulyani SMPN1 Krsambung 2

Oleh : Febri Ika Mulyani

SMPN 1 Karangsambung

Berawal dari rumahku yang berada di pegunungan, yang rawan terhadap tanah longsor dan negara Indonesia yang merupakan negara rawan bencana, dari itu, aku ingin sekali menjadi relawan, agar aku dapat menolong dan membantu orang-orang yang sedang terkena musibah. Mungkin, dengan aku menjadi relawan, aku dapat membantu orang-orang di daerah sekitarnya bahkan kemanapun itu daerahnya.
Ketika aku masuk SMP, tentunya di SMPN 1 Karangsambung, terdapat banyak ekstrakurikuler, tetapi aku lebih memilih untuk mengikuti ekstra kurikuler PMR. Pertamanya saya memang ragu, tetapi setelah hari pertama kegiatan aku sudah tidak ragu lagi dan aku senang. Tidak menyesal mengikuti ekstra PMR.
Hari sebelum aku resmi menjadi anggota PMR, aku dan teman-teman pada malam hari mengikuti kegiatan pengukuhan, akupun sangat takut, dalam hati kecil berkata harus siap untuk menguji mental saya. Setelah kegiatan selesai, hatiku lega dan pada pagi harinya resmi menjadi anggota PMR. Senang sekali rasanya, bahagiaku dan temanku yang tadinya pesimis menjalankan kegiatan, sekarang optimis. Apalagi semangatku untuk menjadi relawan.

Dalam kegiatan PMR banyak sekali materi yang diajarkan. Materi itu semuanya penting. Materi itu antara lain siaga bencana, tujuh prinsip, Tribakti PMR. Pertolongan pertama, donor darah, perawatan keluarga, dragbar, pembidaian dan masih banyak lagi. Materi ini sangat berguna bagiku karena selain saya menjadi lebih tahu tentang relawan tetapi juga berguna untuk kehidupan sehari-hari.
Saya mengikuti PMR jadi tahu tentang kesukarelaan. Ternyata menjadi relawan itu tidak semudah yang saya bayangkan. Relawan itu tidak dibayar, harus perlu pengorbanan, menolong tanpa pamrih dan tanpa menginginkan imbalan. Setelah saya tahu itu, aku tidak akan pesimis. Jiwa relawanku semakin tumbuh . Semangatku bertambah tinggi.

Prinsip PMR itu sangat penting. Tujuh prinsip antara lain kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. Tiga hal penting dalam PMR adalah Tribakti PMR yaitu meningkatkan ketrampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat dan mempererat persahabatan nasional dan internasional. Materi tersebut selalu saya ingat karena dalam jiwa relawan saya materi tersebut sangat berharga, sampai kapanpun.

Dengan keadaan negara kita yang rawan bencana, kita harus menjaga dan melestarikan hutan, hasil bumi dan lain-lain agar kita dapat bersahabat dengan alam. Supaya alam ini tidak mendatangkan bencana yang berbahaya. Tetapi jika kita merusak alam, dengan membuang sampah sembarangan, membuang limbah pabrik ke sungai dan menebang pohon di hutan secara sembarangan, itu malah membuat alam menjadi musuh kita karena menimbulkan bencana.

Di berbagai daerah banyak terjadi musibah. Jika akku menjadi relawan ingin sekali aku membantu orang-orang yang sedang susah. Aku pernah mendonorkan darahku, aku tidak mau karena aku takut darah. Tetapi aku teringat orang-orang yang sudah menanti darah untuknya. Lalu saya mau diambil darahnya. Juga dalam PMR sudah diajarkan tentang donor darah. Menyenangkan sekali. Dengan begitu saya dapat membantu walau dengan donor darah.

Setelah aku selesai mengikuti materi PMR dan mengetahui banyak tentang relawan, aku berjanji berbakti pada negeri Indonesia tercinta ini dan mengamalkan ilmu yang kumiliki. Membuat orang selalu tersenyum, tidak bimbang akan bencana di bumi ini. Aku sangat bangga dan tidak menyesal menjadi PMR. Semangatku menjadi relawan untuk Indonesia. Agar jaya Indonesia negeriku tercinta.

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

RELAWAN PMR TAK TERDUGA

Yahya Zakaria SMPN 3 Kbm 1 Yahya Zakaria SMPN 3 Kbm 2

Alhamdulillah, segala puji mari kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberi kita kesehatan dan rahmatNya, Sehingga saya di sini bisa mengikuti lomba membuat karya tulis. Perkenankan Dewan Juri saya ingin memberikan atau menceritakan beberapa pengalaman saya terkait kegiatan sosial PMR yang saya ikuti di sekolahku tercinta SMP Negeri 3 Kebumen. Tepatnya di saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

 

Sekarang saya sudah kelas 9 dan semua kegiatan ekstra kurikuler dihentikan termasuk PMR yang baru-baru ini saya gemari. Saat kelas 8 dulu saya enggan ataupun tidak menyukai kegiatan ekstra kurikuler wajib tersebut. Mengikuti hanya dengan kata terpaksa tanpa rasa ihlas sedikitpun. Semenjak saat itu kakakku mengetahuinya dan dialah yang memotivasiku. Dialah seorang yang paling aktif di sekolahnya dulu, terutama di kegiatan Palang Merah Remaja. Dialah sukarelawan PMI dan juga pernah menjabat sebagai ketua PMR di sekolahnya SMK N 2 Kebumen,

 

Saat aku mulai malas dan enggan untuk mengikuti PMR dia begitu antusiasnya memberi dukungan dan menceritakan pengalaman-pengalaman menariknya saat mengikuti kegiatan-kegiatan PMI. Sebagai contoh di saat mengikuti Jumbara PMI dan temu kangen KSR. Mulai saat itu aku tertarik dan ingin memperdalam pengetahuanku dengan seluk beluk PMI ataupun PMR. Aku mulai aktif di kegiatan ekstra kurikuler atau anak-anak zaman sekarang sering menyingkatnya dengan “eskul PMR” banyak pengalaman yang ku dapatkan dari kegiatan tersebut. Dan sekarang aku rela bergelut di bidang ke-PMR-an sampai saatnya di akhir kelas 8 aku ditunjuk menjadi Dewan PMR di sekolah ku. Di titik inilah awal dari perjuanganku untuk menjadi relawan PMI . Kelak jika aku besar nanti, meneruskan jejak-jejak dari kakakku tercinta.

 

Aku merasa senang dan bangga ditunjuk jadi Dewan PMR demi cita-citaku mengejar impian menjadi sukarelawan PMI. Banyak hal bisa ku dapatkan dari PMR diantaranya:

  • dapat menangani di saat melakukan PP (Pertolongan Pertama)
  • mengetahui dasar-dasar merawat orang sakit
  • membantu sesama manusia yang kesusahan
  • mengetahui dan paham akan alat-alat kesehatan
  • mengetahui cara penanganan orang yang terkena kecelakaan

Dan masih banyak sekali hal-hal positif yang kudapatkan saat mengikuti kegiatan ke-Palang Merah-an. Lebih lebih saat turun di lapangan dan mempraktekkan pengetahuanku dan menerapkan konsep penanganan kepada orang kecelakaan. Dengan bekal pengalaman saya mencoba mempraktekkan cara-cara menangani orang yang mengalami kecelakaan yang diajarkan oleh para pembina-pembina PMR yang dulu. Sungguh sangat bermanfaat ilmu Palang Merah tersebut. Sayangnya di kelas 9 ini kegiatan PMR sekolah mulai  tidak aktif di kalangan anak-anak tertua tersebut dan digantikan oleh anak-anak kelas 8. Mulai dari latihan gabungan dengan anak SMP lain yang juga mengikuti kegiatan PMR tersebut, berkumpul-kumpul dengan sesama Dewan PMR,canda tawa saat penyampaian materi oleh kakak-kakak pembina. Itu semua semakin lama semakin pudar karena kesibukan kesibukan kelas 9 di dalam pelajaran akademik.

 

Di hati kecil saya terselinap dan semakin meneguhkan hati bahwa saya ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain, tepatnya menjadi seorang relawan di PMI dengan hati yang ihlas dan tulus. Berawal dari ketidaksukaan terhadap PMR dan terdorong karena jasa kakakku aku menjadi senang terhadap semua kegiatan yang ada di PMR maupun PMI. Aku senang dan bangga terhadap sekarang tanpa memikirkan apa yang dulu pernah aku rasakan ketidaksukaan.

Mungkin hanya cukup sekian yang dapat aku ceritakan, melihat keadaan waktu yang menipis walaupun sebenarnya masih banyak pengalaman yang bisa aku ceritakan. Mohon maaf apabila terselinap kata yang tidak mengenakkan hati para juri. Terima kasih dan sampai jumpa.

 

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

KECINTAAN DAN KEBANGGAAN UNTUK SELALU MENJADI ORANG YANG BERGUNA DALAM BIDANG SOSIAL – KEBERSAMAAN DALAM KEGIATAN RELAWAN PMI

Ega Cara SMPN2 Kwn 1 Ega Cara SMPN2 Kwn 2 Ega Cara SMPN2 Kwn 3 Ega Cara SMPN2 Kwn 4

Oleh: Ega Nandya Cara (SMP Negeri 2 Kutowinangun)

 

MOOTTO

  • Ingatlah Tuhanmu dalam melaksanakan segala perbuatan
  • Belajar menuntut ilmu lebih baik dari pada membuang waktu
  • Raihlah mimpimu demi masa depanmu
  • Orang yang sukses adalah orang yang mau merealisasikan impian dan harapan
  • Hadapi semua kesulitan dengan kesabaran
  • Pikirlah jalan hidupmu ingat engkau menjadi orang yang tidak merugi
  • Hadapilah semua cobaan dengan selalu ingat Tuhanmu
  • Teruslah melangkah dengan kata ucapanmu yang jujur

 

LATAR BELAKANG

 

Bismillahhirohmannirrohim

Assalamualaikum wr.wb.

 

Tiada yang bisa membuat ini indah karena Alloh lah yang memiliki segala sesuatunya. Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menulis di kertas yang ini walaupun masih dengan kurang kesempurnaan yang jauh.

Menjadi orang yang berilmu tentulah perlu belajar bukan ? Karena kita hidup untuk belajar dan untuk menggali segala hal yang kita inginkan. Dari berbagai cara Alloh itu Maha Adil, Maha Segala sesuatunya yang telah memberikan pikiran yang dapat berguna. Dari sini saya belajar menjadi orang yang bersyukur atas nikmat Alloh yang telah diberikan. Saya ingin belajar menjadi orang yang tahu dan berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa dari kegiatan yang sosial dan membantu sesama. Untuk mengucap memanglah mudah, tapi kita harus buktikan ucapan itu semua dengan segala perbuatan yang baik dan benar. Kita menjadi tahu pentingnya ilmu untuk melakukan segala hal yang bermanfaat dan dapat mengambil hikmah dari itu semua. Belajar menuntut ilmu adalah hal yang terbaik. Gunakanlah waktu untuk masa depan, untuk dunia dan akhirat.

Wassalamualaikum.

***

 

Bismillahhirohmannirrohim

Assalamualaikum wr.wb.

 

Apa kabar teman? Tentu baik-baik saja bukan? Di sini kita itu untuk belajar menjadi orang yang selalu berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Kita dalam hidup ini dituntut untuk belajar untuk menjadi orang yang peduli sesama, saling berbagi, saling menolong, dan cinta sesama. Saya ingin bercerita apa itu bangga, cinta, menjadi orang yang berguna, kegiatan sosial kebersamaan, relawan PMI. Sungguh terlalu mudah kita lakukan bukan kalau kita niat dalam bidang ini. Tidak ada manusia yang sempurna yang tidak bisa sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena apa ?

 

Kita itu manusia yang lemah yang tidak bisa melakukan apa yang kita inginkan dari bantuan orang lain. Karena kita manusia sosial yang harus bisa untuk bersama dengan orang lain. Nah, seperti kita itu menjadi relawan PMI kita itu bangga dan cinta pasti selalu pada diri kita bukan ? Karena kita sudah cinta pada orang lain dan selalu peduli sesama, rela tolong menolong dan tak pernah putus asa. Kitapun menjadi orang yang selalu mencintai kebersamaan dan tak ingin orang lain menderita karena kesusahan. Kitalah manusia yang harus mempersatukan Indonesia dan selalu harus menjunjung nilai Pancasila. Menjadikan kita semua manusia yang hebat dan tak pernah menyerah.

 

Kita bahagia karena segala hal yang kita lakukan. Di sini kita menjadi orang yang tanggung jawab, terus sabar menghadapi segala cobaan, menjadi orang yang berguna, tangguh seperti halnya orang pemimpin, lebih rela berkorban demi orang lain dari pada kita pentingkan diri kita sendiri, selalu menjadi orang yang melakukan hal-hal baik dan tidak terbuang waktu kita. Sungguhlah mulia pekerjaan seorang relawan PMI yang menolong tanpa pamrih untuk mendapat imbalan. Waktu kitapun menjadi orang yang merugi untuk melakukan segala perbuatanpun tak ada. Karena sudah menjadi orang yang berpikir untuk hal kebaikan. Jika bila kita tidak menjadi orang yang tak memikirkan bagaimana nasib orang yang kesusahan. Bagaimana nasib mereka tanpa kita ada untuk membantu. Mungkin,  semua manusia itu tidaklah keras hatinya untuk menjadi orang yang rela memberikan jiwanya untuk berkorban demi orang lain. Bertaqwalah kita pada Alloh SWT untuk terus berada selalu di jalanNya.

Wassalamu alaikum wr.wb.

 

KESIMPULAN

 

Jadi kita sebagai manusia dituntut untuk berfikir yang jernih dalam melakukan segala kebaikan dunia dan akhirat untuk masa depan. Dan selalu menjadikan diri kita untuk selalu menjadi yang terbaik. Dengan menghindari hal-hal yang tak berguna yang hanya merugikan untuk diri kita. Dan lihatlah kita pergaulan zaman sekarang yang tidak memikirkan masa depannya. Dan kitapun tahu dansemoga tidak mengikuti hal yang negatif, dengan kita lakukan selalu kegiatan positif.

 

SARAN

 

Dalam menulis hal ini tentu saya masih dalam belajar.

Untuk Dewan Juri: saya hanyalah menjalankan tugas dan tidak untuk berfikir hal-hal yang buruk dalam menulis dalam ungkapan saya. Saya hanya mencurahkan isi perasaan saya yang mungkin jauh dari kesempurnaan. Maka kritiklah dan benarkanlah saya dalam ungkapan saya dalam menulis.

Untuk Bapak/Ibu di Sekolah: saya hanyalah belajar dari kalian. Tanpa Ibu dan Bpk saya tak mungkin bisa melakukan hal apa-apa dalam ilmu. Maka kritiklah saya dan terangkanlah saya untuk dapat lebih faham lagi untuk menuntut ilmu yang diajarkan.

Terima kasih.

 

PENUTUP

 

 

Bismillahhirohmannirrohim

Assalamualaikum wr.wb.

 

Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan saya kesehatan dan kekuatan, sehingga saya dapat menulis menyelesaikan tugas ini. Tak lupa solawat dan salam kita sampaikan pada junjungan kita Baginda Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya di yaumil qiyamah nanti, Amin, Allohuma amin.

Saya hanya bisa mengucap terimakasih setulus tulusnya kepada Dewan Juri yang selalu menilai hasil karya tulis saya ini dan juga kepada panitia yang telah memberikan tempat untuk acara dan telah mengadakan acara ini. Hanya kata maaflah yang saya ucap karena dalam mengucap menulis masih dalam kurang kesempurnaan. Karena saya masih dalam taraf belajar.

 Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan. Terima kasih dari saya sebesar besarnya.

Wassalamu alaikum wr. wb.

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

BANGGA MENJADI SUKARELAWAN PMI

Karya tulis siswi SMP Muhammadiyah 2 Kebumen a.n. Kesadara Dhea A berjudul : Bangga Menjadi Sukarelawan PMI bagian 1

Karya tulis siswi SMP Muhammadiyah 2 Kebumen a.n. Kesadara Dhea A berjudul : Bangga Menjadi Sukarelawan PMI bagian 1

Kesara Dhea A SMP Muh 2 Kbm2

Karya tulis siswi SMP Muhammadiyah 2 Kebumen a.n. Kesadara Dhea A berjudul : Bangga Menjadi Sukarelawan PMI bagian 2

Oleh: Kesara Dhea A (SMP Muhammadiyah 2 Kebumen)

 

Ketika aku masuk ke salah satu SMP di Kebumen, tiba-tiba kegembiraanku berubah menjadi kegalauan. Saat itu adalah hari MOS terakhir di mana seluruh siswa harus/wajib memilih ekstra kurikuler yang ada di sekolah. Entah apa yang mempengaruhiku sehingga aku memilih eskul yang merupakan awalan di dunia yang membesarkanku. Eskul itu bernama PMR. Banyak pengalaman baru yang aku dapatkan ketika menjadi anggota PMR. Setelah aku tahu lebih banyak tentang PMR, aku jadi ingin mempelajarinya. lebih dalam lagi, Ternyata PMR itu mengasyikkan. Aku jadi tahu tentang semua hal yang sebelumnya belum pernah kuketahui. Salah satunya adalah mendirikan tenda bukiki.

 

Waktu itu, saat lomba BPT (Bongkar Pasang Tenda) yang diadalam di Bumi Perkemahan Widoro Payung, aku dan ke 3 kawanku bersiap-siap untuk mengikuti lomba. Tapi karena jalan yang licin, salah satu kawanku terpeleset dan luka. Tetapi karena semangatnya, ia berdiri, berlari, mengabaikan lukanya itu. Aku terpana melihat kegigihannya sebagai salah satu anggota PMI. Memang benar, PMI itu telah membangunkan semangat para anggotanya. PMI adalah wadah di mana kita bagaimana cara mengobati luka, bagaimana cara peduli sesama, serta masih banyak lagi. 

Semenjak aku mengikuti eskul itu , aku menjadi peduli dengan sesama, menjadi lebih bersemangat, menjadi lebih tahu cara mengobati luka. Tetapi ada 1 hal yang membuatku bertanya-tanya. Kenapa di sekolahku tak ada satupun siswa laki-laki yang menngikuti PMR ? Padahal peran laki-laki di PMI itu sangat membantu. Entah apa yang ada di pikiran mereka sehingga mereka enggan mengikuti eskul tersebut. Walaupun demikian dan tanpa sosok laki-laki yang ada di PMR, termasuk aku bangga menjadi anggota PMR dan PMI.

 

PMR dan PMI merupakan organisasi yang menanamkan jiwa dan sifat kemanusiaan. Sehingga setiap anggota PMI dan PMR selalu memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dan yang aku suka dari PMI adalah selalu terus berusaha dan pantang menyerah, menerjang segala medan tanpa rasa takut, tak kenal lelah di segala kondisi. Dengan berbekal ilmu dan pengetahuan kepalang merahan, anggota PMI siap membantu sesama. Anggota PMI selalu riang gembira saat menolong sesama, selalu sigap dan tepat waktu. Akan aku ceritakan sedikit tentang pengalamanku menjadi anggota PMR.

 

Pertama kali aku masuk PMR, aku merasa cemas dan takut. Karena yang ada di pikiranku tentang PMR adalah pasti menyuntik orang, mengobati orang yang luka dan pasti berhubungan dengan darah. Kalo aku boleh jujur, sebenarnya aku tidak bisa melihat darah. Tetapi tekadku sudah bulat untuk mengikuti eskul ini. Nah… setelah aku tahu banyak tentang PMR, kecemasan dan ketakutanku seakan lenyap. begitu saja. Aku jadi menyukai eskul ini. Lama kelamaan pengetahuanku jadi semakin luas tentang PMR. Aku pun tak lagi berpikiran macam-macam tentang PMR. Yang ada di pikiranku sekarang adalah aku anggota PMR dan PMI. Menurutku PMR itu wadah yanng bisa untuk mencari ilmu dan bisa untuk mencoba hal baru.

 

Saat aku mengikuti latihan bersama, aku memang kurang PD karena itu pengalaman pertamaku. Dan ketika melaksanakan dapur umum, kelompo PMR ku tidak mendapat gelas plastik, sehingga kami menyeduh kopi menggunakan mangkok aluminium. Ya meskipun begitu dan meskipun aku sempat tak suka PMR dan PMI aku bangga menjadi sukarelawan PMI.

 

Catatan: ditulis kembali sesuai aslinya.   

Dipublikasi di Lomba Kreativitas | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar